Numfino

Kalkulator Average Down Saham

Beli di beberapa harga berbeda? Hitung harga rata-rata Anda, lalu lihat apakah posisi Anda untung atau rugi pada harga sekarang.

IDR
IDR
IDR
IDR
IDR
Biaya rata-rata per unitRp 4.520
Biaya rata-rata per unitRp 4.520
Total jumlah
2.500
Total biaya
Rp 11.300.000
Nilai saat ini
Rp 11.500.000
Untung atau rugi
Rp 200.000
Imbal hasil
1,77%

Cara memakai kalkulator ini

  1. Isi Harga pembelian 1 dan jumlahnya (lembar saham atau unit). Satu lot saham di Indonesia adalah 100 lembar.
  2. Tambahkan pembelian berikutnya di baris 2 sampai 4. Biarkan 0 bila tidak dipakai.
  3. Isi Harga saat ini.
  4. Baca Biaya rata-rata per unit, total modal, serta untung atau rugi dan persentase return.

Cara kerja harga rata-rata

Harga rata-rata adalah total uang yang Anda keluarkan dibagi total unit yang Anda pegang. Pembelian dalam jumlah besar memengaruhi rata-rata lebih kuat daripada pembelian kecil, karena itu ini rata-rata tertimbang, bukan rata-rata biasa dari harga-harganya.

harga rata-rata = (P₁Q₁ + P₂Q₂ + …) / (Q₁ + Q₂ + …)
  • P = harga tiap pembelian
  • Q = jumlah unit tiap pembelian
  • Pembilang = total modal, penyebut = total unit

Strategi membeli lagi saat harga turun disebut average down. Tujuannya menurunkan harga rata-rata sehingga titik impas Anda lebih dekat.

Contoh: dua kali beli saham

Anda membeli 1.000 lembar di Rp5.000, lalu 1.500 lembar di Rp4.200. Total modal Rp11.300.000 untuk 2.500 lembar, sehingga harga rata-rata Rp4.520. Jika harga sekarang Rp4.600, nilai posisi Rp11.500.000, untung Rp200.000 atau 1,77%.

Perhatikan bahwa harga sekarang lebih rendah dari pembelian pertama, tetapi posisi tetap untung karena rata-rata Anda sudah turun.

Average down dan investasi rutin

Tambah pembelian ketiga 2.000 lembar di Rp3.800 dan harga rata-rata turun menjadi Rp4.200. Pada harga Rp4.600 posisi menjadi untung Rp1.800.000 atau 9,52%. Titik impas lebih rendah, tetapi modal yang Anda pertaruhkan juga lebih besar, yaitu Rp18.900.000.

Membeli rutin dengan nominal sama setiap bulan (dollar-cost averaging) adalah cara yang lebih tenang daripada menebak dasar harga. Pantau hasil keseluruhan dengan kalkulator keuntungan saham.

Cara memakai hasilnya

Gunakan harga rata-rata sebagai titik impas: harga di atasnya berarti untung, di bawahnya rugi. Sebelum membeli lagi, tanyakan apakah Anda akan membeli saham itu pada harga sekarang jika belum punya. Jika jawabannya tidak, average down hanya menambah risiko.

Hitung juga porsi saham itu terhadap seluruh portofolio. Satu emiten yang menjadi terlalu besar membuat kerugian sulit ditanggung.

Kesalahan umum

  • Menambah posisi hanya agar angka kerugian di layar tampak lebih kecil.
  • Lupa memasukkan biaya transaksi dan pajak; hitung untung bersih di akhir.
  • Menganggap harga yang murah selalu akan kembali naik; fundamental perusahaan bisa memburuk.
  • Membandingkan return dengan kalkulator ROI tanpa memasukkan dividen yang sudah diterima.

Aturan sederhana sebelum menambah posisi

Daripada membeli sekaligus, banyak investor membagi dana menjadi beberapa tahap, misalnya empat kali pembelian setiap bulan. Isi keempat baris pembelian untuk melihat harga rata-rata gabungan dan bandingkan dengan membeli semuanya di harga pertama.

Cara ini mengurangi risiko salah memilih waktu masuk, tetapi tidak menjamin untung. Tentukan lebih dulu batas total modal untuk satu aset agar Anda tidak terus menambah posisi tanpa rencana.

Tulis alasan membeli saat pertama kali masuk dan periksa apakah alasan itu masih berlaku. Jika yang berubah hanya harga, menambah posisi bisa masuk akal; jika kondisi perusahaan memburuk, menambah posisi berarti memperbesar risiko.

Tentukan juga batas kerugian dan batas total modal sebelum membeli, agar keputusan tidak diambil karena emosi.

  • Batasi porsi satu aset, misalnya tidak lebih dari persentase tertentu dari portofolio.
  • Siapkan dana tunai khusus untuk menambah posisi, bukan dari dana darurat.
  • Catat tanggal, harga, dan alasan tiap pembelian.
  • Tinjau portofolio secara berkala, bukan tiap jam.

Asumsi dan batasan

Kalkulator ini tidak memasukkan komisi sekuritas, pajak transaksi, atau dividen, dan mengira semua pembelian masih dipegang. Hasilnya bukan rekomendasi membeli atau menjual; keputusan investasi sebaiknya mempertimbangkan profil risiko Anda.

Pertanyaan yang sering diajukan

Bagaimana cara menghitung average down saham?

Jumlahkan modal tiap pembelian (harga kali lembar), lalu bagi dengan total lembar yang dipegang.

Apakah average down selalu menguntungkan?

Tidak. Cara ini menurunkan titik impas, tetapi jika harga terus turun, kerugian ikut membesar karena posisi Anda lebih besar.

Berapa jumlah lembar dalam satu lot?

Di Bursa Efek Indonesia satu lot setara 100 lembar. Isi kolom jumlah dalam lembar agar hasilnya konsisten.

Apa bedanya average down dan dollar-cost averaging?

Average down membeli lagi karena harga turun, sedangkan dollar-cost averaging membeli dengan jadwal dan nominal tetap tanpa peduli harga.

Sumber dan bacaan lanjutan

Terakhir ditinjau 10 Oktober 2026 · Cara kami menghitung