Cara memakai kalkulator ini
- Isi Jumlah pinjaman dan Suku bunga per tahun yang ditawarkan.
- Isi Jangka waktu dalam bulan.
- Isi Biaya dibayar di muka: provisi, administrasi, asuransi yang dipotong dari pencairan, dan sejenisnya.
- Baca APR, lalu bandingkan dengan bunga yang tertera dan lihat Dana yang benar-benar diterima.
Mengapa APR berbeda dari bunga yang tertera
Bunga yang tertera hanya menghitung biaya meminjam uang. Jika bank memotong provisi atau biaya administrasi dari pencairan, Anda menerima uang lebih sedikit dari jumlah yang Anda cicil. APR mengukur biaya tahunan sebenarnya dengan memperlakukan dana yang diterima (pinjaman dikurangi biaya) sebagai jumlah yang dipinjam.
Cari r sehingga: Pinjaman − Biaya = M · (1 − (1 + r)^−n) ÷ r; APR = r × 12- M = cicilan bulanan dari jumlah pinjaman penuh dan bunga yang tertera
- Biaya = biaya yang dibayar di muka atau dipotong dari pencairan
- r = bunga bulanan efektif yang dicari
- n = jumlah bulan tenor
Kalkulator menghitung cicilan tetap dari jumlah penuh dan bunga yang tertera, lalu mencari bunga bulanan yang membuat cicilan tersebut melunasi hanya dana yang benar-benar diterima. Hasilnya dikalikan 12.
Contoh: Rp100 juta, bunga 12%, tenor 36 bulan, biaya Rp3 juta
Cicilan dari pinjaman Rp100.000.000 dengan bunga 12% selama 36 bulan adalah Rp3.321.431. Total bunga sekitar Rp19.571.515. Karena Rp3.000.000 dipotong di muka, Anda hanya menerima Rp97.000.000, dan total biaya pinjaman menjadi sekitar Rp22.571.515.
APR-nya 14,13%, lebih tinggi dari bunga tertera 12%. Tanpa biaya, APR sama dengan bunga tertera, yaitu 12%.
Tenor pendek membuat biaya tetap terasa lebih mahal
Biaya tetap yang sama menjadi lebih mahal bila tenornya pendek. Pada pinjaman yang sama tetapi tenor 12 bulan, cicilan Rp8.884.879, total bunga sekitar Rp6.618.546, dan APR melonjak menjadi 17,82%. Biaya Rp3.000.000 itu ditanggung hanya dalam satu tahun, bukan tiga tahun.
Karena itu, jangan hanya membandingkan bunga. Pakai APR untuk membandingkan penawaran dengan biaya dan tenor berbeda, dan gunakan kalkulator perbandingan pinjaman untuk melihat total biayanya.
Cara memakai hasilnya
Bandingkan APR, bukan bunga tertera, saat memilih antara beberapa penawaran kredit tanpa agunan, kredit kendaraan, atau pinjaman multiguna. Pinjaman dengan bunga lebih rendah tetapi biaya besar bisa lebih mahal daripada pinjaman berbunga lebih tinggi tanpa biaya.
Jika yang Anda ketahui hanya cicilan dan tenor, gunakan kalkulator suku bunga pinjaman untuk mencari bunga efektifnya. Untuk pinjaman bunga flat, pakai kalkulator bunga flat.
Sebagai kebiasaan, mintalah penyedia pinjaman menuliskan jumlah dana yang benar-benar masuk ke rekening Anda, cicilan bulanan, dan total yang dibayar sampai lunas. Dengan tiga angka itu Anda bisa memasukkannya ke kalkulator ini dan memastikan APR yang Anda hitung sesuai dengan yang dijanjikan. Jika selisihnya besar, tanyakan komponen biaya mana yang belum disebutkan.
Tips menekan biaya sebenarnya
- Minta rincian seluruh biaya tertulis sebelum menandatangani perjanjian.
- Tanyakan apakah provisi dan asuransi bisa dinegosiasi atau dihapus.
- Hindari memperpendek tenor hanya untuk menekan bunga bila biaya tetapnya besar.
- Periksa penalti pelunasan dipercepat, karena melunasi lebih awal membuat biaya tetap terasa lebih mahal.
Asumsi dan batasan
Kalkulator mengasumsikan cicilan tetap dengan saldo menurun dan semua biaya dibayar di muka. Biaya yang muncul bulanan, denda keterlambatan, dan asuransi berkala tidak dimasukkan. Definisi APR di tiap negara bisa berbeda dalam hal biaya apa saja yang masuk. Gunakan hasil ini sebagai perbandingan, dan pastikan angka resmi dari penyedia pinjaman.
Pertanyaan yang sering diajukan
Apa bedanya APR dengan bunga efektif?
Bunga efektif umumnya merujuk ke bunga pada saldo menurun. APR memasukkan juga biaya di muka, sehingga biasanya lebih tinggi dari bunga yang tertera.
Biaya apa yang harus saya isi?
Semua biaya yang dibayar di muka atau dipotong dari pencairan, seperti provisi, administrasi, dan asuransi.
Mengapa APR naik saat tenor lebih pendek?
Karena biaya tetap harus dipikul dalam waktu yang lebih singkat, sehingga biaya tahunannya naik.
Apakah APR sama dengan bunga flat?
Bukan. Bunga flat dihitung dari pokok awal sepanjang tenor, sehingga bunga efektifnya jauh lebih tinggi.