Cara memakai kalkulator ini
- Isi Investasi awal dan Setoran bulanan yang rutin Anda tambahkan.
- Isi Imbal hasil sebelum biaya dan Biaya tahunan (misalnya biaya pengelolaan reksa dana atau platform).
- Isi jangka waktu dalam Tahun.
- Baca Hilang karena biaya dan bandingkan Nilai dengan biaya dengan nilai tanpa biaya.
Mengapa biaya kecil menjadi besar
Biaya tahunan diambil dari seluruh dana, bukan hanya dari keuntungan, dan setiap rupiah yang hilang berhenti ikut bertumbuh. Efek bunga majemuk bekerja terbalik: selisih kecil per tahun menumpuk menjadi selisih besar di akhir.
imbal hasil bersih = imbal hasil kotor − biaya tahunan- imbal hasil kotor = imbal hasil sebelum biaya
- biaya tahunan = persen dari dana yang diambil per tahun
- nilai dihitung dengan setoran awal dan bulanan yang tumbuh sesuai imbal hasil bersih
Kalkulator mengurangi biaya dari imbal hasil, lalu menjalankan proyeksi dua kali, sekali tanpa biaya dan sekali dengan biaya.
Contoh: Rp50 juta ditambah Rp1 juta per bulan
Dengan imbal hasil 9% dan biaya 2% selama 20 tahun, dana tumbuh menjadi Rp701.020.600 dibanding Rp919.072.240 tanpa biaya. Anda kehilangan Rp218.051.641, atau 23,73% dari nilai akhir, padahal total setoran sama.
Biaya 0,5% saja membuat nilai akhir Rp858.409.625, dengan kerugian Rp60.662.616. Biaya 2% selama 30 tahun menghilangkan Rp815.431.534, atau 34,47% nilai akhir.
Apa yang perlu dibandingkan
- Biaya pengelolaan tahunan, biaya pembelian (subscription) dan penjualan (redemption), serta biaya platform atau perantara.
- Rasio biaya total, bukan hanya fee yang diiklankan.
- Apakah biaya lebih tinggi sebanding dengan kinerja setelah biaya dalam jangka panjang.
- Produk serupa: dua reksa dana dengan strategi mirip tetapi fee berbeda memberi selisih yang bisa dihitung di sini.
Cara memakai hasilnya
Jika selisih biaya membuat nilai akhir turun lebih dari 10%, pertimbangkan produk dengan biaya lebih rendah atau tanyakan apa nilai tambah yang Anda dapat. Hitung juga dampaknya pada target dengan kalkulator bunga majemuk dan kalkulator dana pensiun.
Ingat bahwa biaya adalah satu-satunya hal yang pasti dalam investasi; imbal hasil tidak.
Cara membayar lebih sedikit
- Bandingkan beberapa produk sejenis sebelum membeli.
- Hindari pindah-pindah produk yang memicu biaya jual-beli berulang.
- Pilih produk yang melacak indeks bila tujuan Anda jangka panjang dan sederhana.
- Tinjau tiap tahun dan pindah bila ada pilihan setara dengan biaya lebih murah.
Cara memakai kalkulator untuk membandingkan produk
Bayangkan target dana pendidikan atau pensiun yang Anda hitung dengan imbal hasil 9%. Bila ternyata biaya produk 2%, imbal hasil bersih yang sebenarnya hanya 7%, dan Anda perlu menabung jauh lebih banyak untuk target yang sama. Masukkan imbal hasil kotor dan biaya produk Anda untuk melihat selisih yang harus ditutup.
Karena itu, saat merencanakan tujuan, selalu gunakan imbal hasil setelah biaya, bukan angka brosur.
Jalankan kalkulator dua kali dengan data yang sama kecuali biaya. Misalnya, bandingkan produk dengan biaya 2% dan produk lain dengan biaya 0,5%. Selisih nilai akhir menunjukkan berapa yang Anda bayar untuk perbedaan biaya itu.
Lalu tanyakan: apakah ada alasan yang jelas dan terukur mengapa produk mahal layak, misalnya layanan atau strategi yang berbeda?
- Ambil biaya dari prospektus atau lembar fakta produk.
- Gunakan imbal hasil yang sama agar perbandingan adil.
- Coba jangka waktu 10, 20, dan 30 tahun.
- Perhatikan biaya tambahan seperti biaya penjualan kembali.
Asumsi dan batasan
Imbal hasil dan biaya dianggap tetap, serta biaya dikurangkan dari imbal hasil tahunan. Pajak, biaya transaksi sekali bayar, dan perbedaan kinerja antar produk tidak dimodelkan. Hasil adalah ilustrasi, bukan jaminan.
Pertanyaan yang sering diajukan
Berapa biaya reksa dana yang wajar?
Itu tergantung jenis produknya. Karena biaya mengurangi hasil setiap tahun, bandingkan produk sejenis dan hitung dampaknya di sini sebelum memilih.
Apakah fee 1% atau 2% benar-benar berpengaruh?
Ya, dalam jangka panjang. Dalam contoh 20 tahun, fee 2% memangkas hampir seperempat nilai akhir.
Apakah biaya diambil dari keuntungan atau dari dana?
Biasanya dari nilai dana setiap tahun, bukan hanya dari keuntungan. Itu sebabnya dampaknya terasa bahkan ketika pasar sedang datar.
Bagaimana kalau produk berbiaya tinggi berkinerja lebih baik?
Itu mungkin terjadi, tetapi tidak dijamin. Bandingkan kinerja setelah biaya dalam jangka panjang, bukan hanya satu tahun terakhir.