Cara memakai kalkulator ini
- Isi Usia saat ini dan Usia pensiun untuk menentukan lama menabung.
- Isi Tabungan pensiun saat ini dengan dana pensiun yang sudah Anda punya, termasuk DPLK atau investasi yang khusus untuk pensiun.
- Isi Setoran bulanan, Perkiraan imbal hasil per tahun, dan Inflasi dengan asumsi yang konservatif.
- Isi Tingkat penarikan (persen yang ditarik per tahun dari dana). Hasilnya menunjukkan penghasilan bulanan yang bisa dibayarkan.
Cara proyeksi dihitung
Kalkulator menambahkan setoran bulanan ke saldo setiap bulan lalu menumbuhkan saldo dengan imbal hasil bulanan yang setara dengan angka tahunan Anda. Setelah sampai usia pensiun, saldo dianggap sebagai modal yang ditarik sebesar persentase tertentu per tahun.
Saldo bulan berikutnya = Saldo × (1 + r_bulanan) + Setoran; Penghasilan bulanan = Saldo × Tarif tarik / 12; Nilai hari ini = Saldo / (1 + inflasi)^tahun- r_bulanan = (1 + imbal hasil tahunan)^(1/12) − 1
- Setoran = kontribusi tetap setiap bulan
- Tarif tarik = persen dana yang diambil per tahun saat pensiun
- Tahun = usia pensiun dikurangi usia sekarang
Karena harga naik, kalkulator juga mengubah saldo akhir ke nilai uang hari ini dengan membaginya memakai inflasi. Angka ini lebih jujur untuk menilai apakah dana cukup.
Contoh: usia 30, pensiun usia 60
Misalnya Anda berusia 30 tahun, ingin pensiun di 60, punya dana Rp50.000.000, menyetor Rp2.000.000 per bulan, dengan asumsi imbal hasil 7%, inflasi 4%, dan tarif tarik 4%. Dana terkumpul Rp2.719.517.959, dari total setoran Rp770.000.000 dan pertumbuhan Rp1.949.517.959.
Dari dana itu Anda bisa menarik Rp9.065.060 per bulan. Namun dalam uang hari ini, dana tersebut setara Rp838.478.155, dan penghasilannya hanya Rp2.794.927 per bulan. Perbedaan dua angka ini menunjukkan pentingnya memperhitungkan inflasi.
Apa yang paling menggerakkan hasil
Tiga hal paling berpengaruh: lama menabung, besar setoran, dan imbal hasil. Menaikkan setoran dari Rp2.000.000 menjadi Rp3.000.000 per bulan mengubah dana menjadi Rp3.888.970.562, dan penghasilan bulanan dalam uang hari ini naik menjadi Rp3.996.807.
Setiap tahun yang Anda tunda mengurangi waktu bagi bunga majemuk untuk bekerja. Karena itu mulai lebih awal dengan jumlah kecil sering mengalahkan mulai terlambat dengan jumlah besar.
Imbal hasil juga sensitif. Dengan asumsi 5% bukan 7%, dana akhir turun drastis meski setoran sama, jadi jangan hanya mengandalkan satu skenario. Jalankan kalkulator dengan angka optimis, moderat, dan pesimis, lalu rencanakan berdasarkan yang moderat sambil menjaga ruang aman dari yang pesimis.
Mengubah hasil menjadi keputusan
Tentukan dulu berapa pengeluaran bulanan yang ingin Anda penuhi saat pensiun dalam uang hari ini, lalu bandingkan dengan angka "penghasilan bulanan dalam nilai uang hari ini". Bila kurang, ada tiga tuas: tambah setoran, mundurkan usia pensiun, atau turunkan target pengeluaran.
Untuk menetapkan target dana dari pengeluaran, coba kalkulator FIRE. Pastikan juga dana darurat sudah cukup dengan kalkulator dana darurat agar dana pensiun tidak tersentuh saat ada kejadian mendadak.
Tinjau rencana ini setiap tahun: perbarui saldo, naikkan setoran saat gaji naik, dan sesuaikan asumsi bila kondisi berubah. Rencana pensiun yang dicek rutin jauh lebih mungkin tercapai daripada yang dibuat sekali lalu dilupakan.
Batasan proyeksi
Imbal hasil dianggap tetap setiap tahun, sedangkan kenyataannya naik turun. Kalkulator tidak memasukkan pajak, biaya pengelolaan, kenaikan setoran seiring gaji, manfaat dari BPJS Ketenagakerjaan atau program pensiun lain, dan tidak menghitung penarikan yang menghabiskan modal.
Karena itu hasilnya hanya perkiraan. Untuk keputusan penting, konsultasikan dengan perencana keuangan berlisensi dan periksa ketentuan produk pensiun yang Anda ikuti.
Pertanyaan yang sering diajukan
Berapa dana pensiun yang ideal?
Tergantung pengeluaran Anda saat pensiun. Hitung kebutuhan bulanan dalam uang hari ini, lalu cari dana yang menghasilkan angka itu pada tarif tarik pilihan Anda.
Apa itu tarif tarik 4%?
Persentase dana yang diambil per tahun saat pensiun. Angka rendah membuat dana lebih awet tetapi penghasilan bulanan lebih kecil.
Berapa imbal hasil yang realistis?
Tergantung instrumennya. Pakai angka konservatif dan coba beberapa skenario, karena imbal hasil masa lalu tidak menjamin masa depan.
Apakah hasil ini termasuk BPJS atau pensiun lainnya?
Tidak. Kalkulator hanya menghitung dana yang Anda isi sendiri. Manfaat program lain perlu ditambahkan secara terpisah.
Mengapa ada dua angka, nominal dan nilai hari ini?
Angka nominal adalah rupiah di masa depan. Nilai hari ini sudah dikurangi inflasi sehingga lebih mudah dibandingkan dengan gaya hidup Anda sekarang.