Numfino

Kalkulator Sewa atau Beli Rumah

Membeli dengan KPR atau menyewa sambil berinvestasi: kalkulator ini membandingkan kekayaan bersih kedua pilihan setelah beberapa tahun, termasuk kenaikan harga rumah, kenaikan sewa, dan biaya kepemilikan.

IDR
%
%
tahun
%PBB, asuransi, dan perawatan sebagai persentase harga
IDR
%
%
%
tahun
Membeli lebih unggul sebesarRp 250.768.906
Membeli lebih unggul sebesarRp 250.768.906

Mengasumsikan biaya pembelian 3% dan biaya penjualan 6%; pihak dengan biaya bulanan lebih rendah menginvestasikan selisihnya.

Kekayaan bersih jika membeli
Rp 1.155.544.596
Kekayaan bersih jika menyewa dan berinvestasi
Rp 904.775.690
Cicilan KPR bulanan
Rp 8.637.369
01 M2 M12345678910
  • Beli
  • Sewa dan investasi
TahunKekayaan bersih jika membeliKekayaan bersih jika menyewa dan berinvestasi
1Rp 242.378.019Rp 337.724.512
2Rp 321.262.500Rp 400.087.281
3Rp 404.952.646Rp 462.973.343
4Rp 493.769.547Rp 526.253.170
5Rp 588.057.932Rp 589.781.420
6Rp 688.188.056Rp 653.395.579
7Rp 794.557.755Rp 716.914.513
8Rp 907.594.679Rp 780.136.903
9Rp 1.027.758.711Rp 842.839.575
10Rp 1.155.544.596Rp 904.775.690

Cara memakai kalkulator ini

  1. Isi Harga rumah, Uang muka, Bunga KPR, dan Jangka waktu.
  2. Isi Biaya kepemilikan per tahun (PBB, asuransi, perawatan) sebagai persentase harga, serta Sewa bulanan dan Kenaikan sewa per tahun.
  3. Isi Kenaikan harga rumah per tahun, Imbal hasil investasi per tahun, dan Tahun Anda berencana tinggal.
  4. Baca siapa yang unggul, lalu bandingkan Kekayaan bersih jika membeli dengan Kekayaan bersih jika menyewa dan berinvestasi di tabel per tahun.

Cara perbandingan dihitung

Kedua pilihan dimulai dengan uang yang sama. Pembeli mengeluarkan uang muka dan biaya pembelian lalu membayar cicilan serta biaya kepemilikan. Penyewa menginvestasikan uang muka dan biaya tersebut, lalu membayar sewa. Setiap bulan, pihak yang pengeluarannya lebih kecil menginvestasikan selisihnya.

Kekayaan bersih (beli) = Nilai rumah × (1 − biaya jual) − Sisa KPR + Investasi selisih
  • Nilai rumah = harga × (1 + kenaikan tahunan)^tahun
  • Sisa KPR = saldo pinjaman setelah angsuran selama masa tinggal
  • Investasi selisih = kelebihan arus kas yang diinvestasikan bila membeli lebih murah dari sewa
  • Penyewa: uang muka + biaya yang diinvestasikan, ditambah selisih arus kas bila sewa lebih murah

Di akhir periode, kekayaan bersih pembeli adalah nilai rumah dikurangi biaya penjualan dan sisa KPR, ditambah investasi bila ada. Kekayaan bersih penyewa adalah nilai portofolio investasinya.

Contoh: rumah Rp1,2 miliar, sewa Rp6 juta

Rumah Rp1.200.000.000 dengan DP 20%, KPR bunga 9% tenor 20 tahun, biaya kepemilikan 1% per tahun, sewa Rp6.000.000 per bulan naik 5% per tahun, harga rumah naik 5% per tahun, investasi 6% per tahun, dan lama tinggal 10 tahun. Cicilan KPR Rp8.637.369 per bulan.

Setelah 10 tahun, kekayaan bersih jika membeli sekitar Rp1.155.544.596 dan jika menyewa dan berinvestasi sekitar Rp904.775.690. Pada angka ini membeli unggul sekitar Rp250.768.906.

Pengaruh asumsi harga rumah dan lama tinggal

Hasilnya sangat sensitif terhadap kenaikan harga rumah. Jika harga hanya naik 2% per tahun, kekayaan bersih pembeli turun menjadi sekitar Rp693.177.163 sementara penyewa Rp877.936.057, sehingga menyewa unggul sekitar Rp184.758.894.

Lama tinggal juga penting. Dengan asumsi awal tetapi tinggal 20 tahun, membeli unggul jauh, sekitar Rp1.586.495.232 (kekayaan bersih Rp3.220.557.481 berbanding Rp1.634.062.249), karena biaya transaksi tersebar lebih lama dan pokok KPR sudah banyak terbayar. Lihat rincian cicilan di kalkulator KPR.

Cara memakai hasilnya

Kalkulator ini membantu menguji, bukan memutuskan. Ubah satu asumsi pada satu waktu, terutama kenaikan harga rumah dan imbal hasil investasi, lalu lihat kapan hasilnya berbalik. Jika keputusan Anda berbalik hanya karena beda satu-dua persen, artinya keputusan itu rapuh dan faktor non-uang (stabilitas, kebebasan pindah) layak menjadi penentu.

Pastikan cicilan nyaman lewat kalkulator kemampuan beli rumah dan siapkan DP lewat kalkulator uang muka.

Pertimbangan di luar angka

  • Stabilitas tempat tinggal dan kebebasan menata rumah versus fleksibilitas pindah kota atau pekerjaan.
  • Disiplin: menyewa hanya menang bila selisih uangnya benar-benar diinvestasikan, bukan terpakai.
  • Risiko: harga properti tidak selalu naik, dan investasi bisa turun atau tidak likuid.
  • Biaya tersembunyi pemilik: perbaikan besar, iuran lingkungan, dan waktu mengurus rumah.
  • Kesiapan dana darurat setelah membayar DP dan biaya pembelian.

Asumsi dan batasan

Kalkulator memakai biaya pembelian 3% dan biaya penjualan 6% dari harga sebagai asumsi tetap, bunga KPR tetap sepanjang tenor, serta imbal hasil investasi rata dan tanpa pajak. Pajak, subsidi atau fasilitas khusus, perubahan bunga floating, dan nilai kenyamanan tidak dihitung. Biaya riil di Indonesia (BPHTB, notaris, provisi, pajak penjualan) bisa berbeda dari asumsi ini.

Pertanyaan yang sering diajukan

Lebih baik sewa atau beli rumah?

Tergantung lama tinggal, kenaikan harga rumah, sewa, bunga KPR, dan imbal hasil investasi. Dalam jangka panjang membeli sering unggul bila harga naik, tetapi bukan jaminan.

Mengapa lama tinggal begitu berpengaruh?

Biaya pembelian dan penjualan bersifat sekali bayar, sehingga makin lama tinggal, beban per tahunnya makin kecil.

Apakah uang muka diperhitungkan sebagai biaya?

Ya, pada sisi penyewa uang muka itu diinvestasikan, sehingga kedua pilihan dimulai dengan modal yang sama.

Bagaimana jika harga rumah turun?

Isi kenaikan harga negatif. Kekayaan bersih pembeli turun dan menyewa menjadi lebih unggul.

Sumber dan bacaan lanjutan

Terakhir ditinjau 10 Oktober 2026 · Cara kami menghitung